|
Semenjak duduk di bangku SMA, Melisa kelahiran London 21 Juni 1988 sudah tertarik dengan beauty contest dan aktif sebagai foto model dari beberapa agency di Indonesia. Setelah lulus SMA, Melisa sempat hijrah ke kota Sydney, Australia, untuk meneruskan kuliah di SBTA. Tahun 2010, Melisa pulang ke tanah air dan kembali menyibukkan diri sebagai foto model, termasuk menjadi new comer di dunia perfilman. Film pertama Melisa adalah “Bait Surau”.
Ketika Melisa meraih gelar Putri Pariwisata Indonesia (PPI) 2011 serta Putri Bahari Indonesia 2011, sebagai perwakilan dari Provinsi Maluku, mendapatkan mahkota yang diperebutkan 35 kontestan dari seluruh Indonesia di Jitec, Mangga Dua, Jakarta Pusat, langkah selanjutnya adalah mengikuti Miss Tourism Internasional 2011 di Malaysia, 12 Desember 2011 – 3 Januari 2012. World Final pada 31 Desember 2011.
“Saya mendapat pembekalan public speaking dari London School of Public Relations Jakarta, belajar kesenian menari tradisi daerah Sunda yang dipadu Betawi dengan grup tari Rumingkang Bandung, olah tubuh dengan thai boxing, mempersiapkan national costume, dan management EL JOHN Pageants yang memberi pembekalan terutama dalam hal pariwisata,” ungkapnya.
Persiapan Melisa rupanya menjadi hari-hari yang penuh dengan berbagai aktivitas, di samping tetap melakukan tugasnya sebagai spoke person pariwisata Indonesia dengan tugas-tugas dari pemerintah maupun swasta ke berbagai daerah dan mancanegara.
Menurut Melisa, Indonesia punya kekayaan alam luar biasa. Sangat berpotensi untuk mendongkrak industri pariwisata. Bukan hanya Bali, Yogyakarta, atau Jawa Barat saja. Tetapi semua provinsi punya potensi yang sama.
“Itulah yang saya promosikan kepada orang-orang dari seluruh dunia yang saya temui dalam Miss Tourism International, maupun saat saya bertugas sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2011 dan Putri Bahari Indonesia 2011. Saat ini dan selanjutnya, saya tetap konsisten dengan keinginan mengumandangkan keamanan, keindahan, dan kenyamanan seluruh destinasi wisata di Indonesia” ujar gadis penggemar diving dan boxing ini.
Sebagai Putri Pariwisata Indonesia 2011 sekaligus Putri Bahari Indonesia 2011, Melisa berharap kepada kaum muda untuk tidak melupakan jati diri bangsa, karena untuk mengenal dunia tentunya harus dapat menampilkan tata krama, asal-usul kita, agar dunia dapat melihat betapa tingginya peradaban Indonesia.
“Kita boleh mengadaptasi dunia, tapi jangan lupa membawa sopan-santun Indonesia yang tercinta” tutur Melisa dengan senyum ramah.
Ditulis Oleh: Melisa Putri Latar
|